Hal-hal menarik di Basilika Sacré-Cœur
Gaya arsitektur dan dinding luar berwarna putih

Basilika Sacré-Cœur yang berdiri di Bukit Montmartre memiliki siluet khas dengan kubah besar di tengah dan beberapa kubah kecil. Eksteriornya memadukan unsur arsitektur Romanesque dan Bizantium, sehingga sangat berbeda dari gereja-gereja Gotik di Paris, termasuk Katedral Notre-Dame.
Image: Superbass / Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0, cropped, resized, and sharpened)Dinding luarnya menggunakan batu kapur yang tetap berwarna putih ketika terkena air hujan. Dari kejauhan, basilika ini menjadi penanda di atas bukit, dan ketika menoleh dari tangga atau halaman depan, bentangan kota Paris terlihat luas. Menggabungkan kunjungan dengan berjalan-jalan ke arah Place du Tertre membuat Anda dapat merasakan perbedaan ketinggian antara basilika dan Montmartre.
Mosaik besar di bagian belakang dan adorasi Ekaristi
Di dalam basilika, hal yang paling menarik perhatian adalah mosaik besar yang memenuhi seluruh apsis. Di bagian tengah tergambar Kristus dengan kedua tangan terentang, dikelilingi banyak sosok dan ornamen. Ruang yang dihias dengan megah ini menghadirkan kesan yang sangat berbeda dari eksteriornya yang didominasi warna putih.
Basilika Sacré-Cœur juga menjadi tempat adorasi Ekaristi abadi yang berlangsung sejak 1885. Meskipun banyak dikunjungi wisatawan, basilika ini masih digunakan sebagai tempat berdoa sehingga pengunjung diminta menjaga ketenangan di dalamnya.
Pemandangan dari kubah
Dengan naik ke kubah melalui pintu masuk terpisah, Anda dapat memandang kota Paris dari tempat yang lebih tinggi daripada pelataran depan. Basilika putih yang dilihat dari permukaan tanah, mosaik besar yang menghiasi interior, dan pemandangan dari kubah membuat kesan terhadap Sacré-Cœur berubah drastis tergantung tempat Anda melihatnya.
Latar belakang pembangunan hingga penyelesaiannya
Pembangunan Basilika Sacré-Cœur dipicu oleh pergolakan besar yang dialami Prancis pada paruh kedua abad 19. Prancis kalah dalam Perang Prancis-Prusia yang dimulai pada 1870, dan pada tahun berikutnya, 1871, Komune Paris berdiri sehingga masyarakat mengalami gejolak besar.
Pada masa itu, muncul gerakan untuk membangun tempat suci yang menjadi tempat berdoa bagi kebangkitan dan perdamaian Prancis. Bukit Montmartre, yang sejak dahulu sangat terkait dengan keimanan, dipilih sebagai lokasi pembangunan. Pada tahun 1873, pembangunan tersebut diakui sebagai proyek nasional, dan pada tahun 1875 batu fondasi diletakkan.
Desainnya dikerjakan oleh arsitek Paul Abadie. Gaya Romanesque-Bizantium, yang jarang ditemukan di Paris pada masa itu, dipilih, sehingga terbentuk tampilan khas seperti yang terlihat sekarang, dengan kubah-kubah kecil yang mengelilingi kubah besar di tengah.
Namun, pembangunan basilika raksasa itu memerlukan waktu bertahun-tahun. Pekerjaan berlangsung sedikit demi sedikit sejak akhir abad 19 hingga awal abad 20, dan juga terkena dampak Perang Dunia I. Bangunan tersebut hampir selesai pada masa sebelum dan sesudah perang, tetapi upacara pentahbisan resminya baru dilaksanakan pada 1919. Pekerjaan pada bagian-bagian detail terus berlanjut, dan keseluruhan bangunan selesai pada 1923.
Montmartre
Image: Zairon / Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0, cropped, resized, and sharpened)Dari Bukit Montmartre, Anda dapat memandang seluruh kota Paris. Basilika Sacré-Cœur yang berdiri di puncaknya, bersama kawasan tempat para seniman dahulu berkumpul, membentuk panorama yang menjadi lambang daerah ini.
Jalan-jalan di Montmartre, termasuk Place du Tertre, diperkenalkan dalam artikel “Montmartre”.

Informasi dasar tentang Basilika Sacré-Cœur
Informasi di bawah ini telah diperiksa berdasarkan sumber resmi pada 11 Oktober 2026. Saat merencanakan perjalanan, periksa juga informasi terbaru di situs web resmi.
- 🔗 Situs web resmi
-
Periksa jam kunjungan, harga tiket masuk, dan ketentuan kunjungan.
Horaires et accès - Basilique du Sacré-Cœur de MontmartreOuverture La basilique est ouverte tous les jours de l'année, sans exception, de 6h30 à 22h30. L'entrée est gratuit... - 📍 Alamat
- 35, rue du Chevalier de La Barre, 75018 Paris
- 🕒 Jam kunjungan
-
- Basilika: Setiap hari, 6:30–22:30. Waktu tutup dapat menjadi lebih lambat karena kegiatan liturgi.
- Kubah: 10:15–17:30, dengan waktu masuk terakhir pukul 17:00. Kubah ditutup sementara pada siang hari, dan jam bukanya berubah sesuai musim.
⚠️ Dilarang mengambil foto di bagian tengah gereja. Perekaman video di dalam basilika juga biasanya tidak diperbolehkan.
- 🚫 Hari tutup
- Basilika buka sepanjang tahun. Kubah dapat ditutup karena cuaca atau pekerjaan pemeliharaan.
- 💶 Biaya
-
- Interior basilika: Gratis.
- Kubah: 8 euro untuk pengunjung berusia 16 tahun ke atas, 5 euro untuk pengunjung berusia 15 tahun ke bawah.
- ⏱ Perkiraan waktu kunjungan
- Sediakan sekitar 45 menit hingga 1 jam untuk interior basilika dan halaman depannya, atau sekitar 1 jam 30 menit jika Anda juga naik ke kubah. ⚠️ Durasi kunjungan dapat berubah tergantung kepadatan pengunjung dan apakah Anda mengunjungi kubah.
Akses ke Basilika Sacré-Cœur
Metro
Dari stasiun Anvers di Jalur 2, Anda perlu berjalan menanjak melalui jalan miring dan tangga. Anda juga dapat berjalan melalui kawasan Montmartre dari stasiun Abbesses di Jalur 12.
Kereta kabel
Dari kaki bukit, Anda dapat menggunakan funikular Montmartre. Tiket transportasi umum Paris dapat digunakan, sehingga praktis jika Anda ingin menghindari tangga yang curam.
Lihat “Paris: Panduan tempat wisata, kuliner, transportasi, dan rute yang disarankan” untuk tempat wisata, transportasi, dan rencana perjalanan yang disarankan.
